Tips Menghindari Serangan Pacet dan Cara Mengatasinya

Serangan Pacet
Serangan Pacet (sumber: kabarimbo.com)

Serangan pacet adalah salah satu hal yang paling dihindari dan dibenci oleh pendaki gunung. Apa yang ada di pikiran kalian ketika mendengar nama hewan pacet?

Seram? Menjijikan? Penghisap darah?

Pacet merupakan hewan yang memiliki habitat di tempat yang lembab atau lebih tepatnya di hutan tropis. Pacet sering kalian temukan pada ujung-ujung daun, batang pohon, jalur pendakian, rumput ataupun pada tempat lainnya yang notabene masih memiliki kelembaban. Pacet ini betuknya seperti lintah tetapi lebih kecil ukurannya. Pacet merupakan hewan parasit yang menghisap darah dari mangsa yang menjadi sumber makanannya.

pacet lintah
Antomi Pacet (Sumber: wisatagunung.com)

Sebenarnya pacet bukan hewan yang berbahaya, hanya saja bekas gigitannya bisa menyebabkan gatal dan infeksi. Terlebih jika kita mencabut pacet dengan cara yang tidak benar. Konon katanya, hewan ini menghisap darah kotor. Oleh karena itu pacet menjadi momok bagi para pendaki.

Untuk menghidari serangan pacet ketika mendaki gunung, ada baiknya kalian mengikuti tips-tips di bawah ini:

1.Gunakan pakaian tertutup

Ada baiknya kalian menggunakan baju lengan panjang dan celanan panjang ketika mendaki gunung. Tujuannya untuk meminimalisir kemungkinan pacet menempel pada tubuh kita. Selain itu kalian juga bisa menggunakan kaos kaki untuk mencegah pacet menempel pada kaki.

2. Jangan sembarangan duduk atau bersandar

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa pacet sering ditemukan pada ujung-ujung daun, batang pohon, jalur pendakian, rumput, dll. Kita tidak bisa mendeketeksi keberadaan pacet. Oleh karena itu ada baiknya kalian memperhatikan tempat yang akan kalian duduki atau sandari.

3. Bedak herocyn

Kalian bisa mengoleskan bedak herocyn pada tubuh yang terbuka sehingga meminimalisir serangan pacet. Patut diketahui jika pacet tidak suka dengan bedak jenis ini.

4. Lotion anti nyamuk

Kalian juga bisa mengoleskan lotion anti nyamuk pada bagian tubuh yang terbuka untuk meminimalisir gigitan pacet. Gak tau lotion anti nyamuk? Autan, soffel iku loh bro! Pacet juga tidak suka dengan lotion anti nyamuk. Mimin juga tidak tahu mengapa tidak suka, entah karena aromanya atau yang lain. Mungkin bisa kalian tanya ke pacetnya kalau ketemu :p.

5.  Minyak sirih/tanah/kayu putih

Aroma minyak-minyak yang mimin sebutkan juga tidak disukai pacet. Oleskan saja minyak-minyak itu di bagian tubuh yang terbuka atau bagian yang memungkinkan untuk menjadi objek serangan pacet.

Jika kalian telah mengikuti tips di atas tetapi masih serang oleh pacet, jangan langsung dicabut karena bisa menyebabkan infeksi. Ada baiknya kalian mengikuti tips dibawah ini untuk mengatasinya:

1. Gunakan panas api 

Jika kalian ditempeli pacet, kalian bisa menggunakan panas api. Panas api akan membuat pacet menggeliat dan melepaskan gigitan dengan sendirinya. Umumnya para pendaki menggunakan putung rokok. Cara ini terbukti cukup ampuh untuk mengatasi serangan pacet.

2. Siram dengan air garam

Selain menggunakan panas api, kalian juga bisa menyiram pacet dengan air garam jika ada pacet yang menempel pada tubuh. Pacet sangat peka pada rasa yang dihasilkan oleh air garam. Setelah disiram, pacet akan melepaskan gigitannya dengan sendirinya.

Jika pacet melepaskan gigitannya langkah terakhir yakni oleskan betadine pada bekas gigitan pacet, tujuannya untuk menghindari infeksi dari gigitan pacet dan menghentikan pendarahan. Ingat! jangan panik ketika digigit pacet sehingga membuat kalian melepaskan pacet secara ‘paksa’. Itu bahaya. Bersikaplah dengan tenang dan ikuti tips-tips di atas untuk mengatasinya.

Sekian tips yang bisa mimin berikan, semoga bermanfaat.

 

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Follow me on instagram @mhiqbaal. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *