Resmi! Pendaki Gunung Gede-Pangrango Wajib Cek Kesehatan di Klinik Resmi TNGPP

gunung gede pangrango
Gunung Gede-Pangrango. (Sumber: regional.kompas.com)

Baru-baru ini Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mengeluarkan kebijakan baru, yakni per tanggal 6 Juli 2017 pendaki wajib mengurus surat keterangan sehat di tempat yang telah ditunjuk secara resmi oleh pihak TNGGP.

Tempat tersebut adalah Klinik Edelweis Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran SE.860/BBTNGGP/Kabidtek/Tek.P2/07.2017 yang diterbitkan tanggal 6 Juli 2017.

Surat tersebut ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Adison.

Surat keputusan dari TNGPP

Mengutip pernyataan Adison kepada KompasTravel “Kenapa kita ambil alih? Sering terjadi kecelakaan dalam pendakian. Kecelakaan itu ada kematian, ada yang luka, perlu digotong dan sebagainya. Ternyata naiknya yang bersangkutan itu karena salah satunya itu ada unsur tak sehat,”.

Sebelumnya, calon pendaki bisa mengurus surat kesehatan di tempat lain sebagai salah satu dokumen persyaratan untuk melakukan pendakian dari jauh-jauh hari. Adison menambahkan, saat ini pendaki dihimbau mengecek kesehatan di Klinik Edelweis sebelum memulai pendakian.

“Selama ini surat keterangan sehat itu dari jauh hari sebelum pendakian. Pas hari pendakian itu sudah tak sehat tapi dipaksakan naik. Itu sering terjadi. Surat kesehatan itu jadi tak update lagi,” jelasnya.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan sebelum pendakian juga bisa memastikan calon pendaki yang tengah menstruasi. Pasalnya, pihak BBTNGGP seringkali menemukan pendaki wanita yang tak sehat ketika mendaki saat masa menstruasi.

“Contohnya pendaki wanita yang sudah dewasa, haid, tetep akan naik. Bagi yang naik sedang haid, 90 persen itu kena masalah. Saat mens itu keluar darah kotor terus menerus, yang bisa mengurangi daya tahan tubuh. Itu bisa mengakibatkan pingsan. Itu sering kecolong kita. Sekarang tak bisa lagi, kita screening,” tambahnya.

Lewat kebijakan ini, Adison menegaskan pengelolaan surat keterangan kesehatan untuk mendapatkan kepastian kondisi kesehatan calon pendaki. Klinik Edelweis tersebut terletak di dekat Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas. Selama masa soft launching, klinik buka sampai pukul 17.00 WIB.

“Ke depannya, kami akan buka 24 jam. Sedang kami siapkan sumber daya manusianya,” ujar Adison.

Nah kebijakan baru ini menuai protes dikalangan pendaki, yakni menyebabkan ‘ribetnya’ persyaratan yang diberikan oleh pihak TNGPP. Namun sebenarnya kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pihak taman nasional untuk validasi surat keterangan sehat bila terjadi kecelakaan pada pendaki. Validasi tersebut berguna untuk mengurus asuransi bila terjadi kecelakaan.

Sumber: travel.kompas.com

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *