Mengenal Pengertian dan Konsep Ultralight Hiking: Ringankan Bebanmu

Pada umumnya mendaki gunung identik dengan barang bawaan yang banyak dan dikemas di kemas di dalam kulkas (baca: carrier) berukuran besar. Ada kalanya meskipun kita sudah menyiapkan kulkas dengan volume yang besar, barang-barang tersebut masih ada yang tidak cukup masuk ke dalam kulkas. Dalam keadaan seperti itu, beban yang kita bawa tentunya akan semakin berat dan menyebabkan tenaga cepat terkuras dan saya sendiri juga merasakan hal tersebut.

Pada artikel ini saya akan coba mengulas secara singkat tentang ultralight hiking. Jika ada sesuatu hal yang salah atau kurang, mohon dikoreksi ya.

Sebelum masuk ke pembahasan tentang ultralight hiking, ada baiknya kalian mengetahui macam-macam jenis berat dibawa dalam perjalanan, antara lain:

  1. Worn / carried weight, yakni total berat dari barang yang dipakai dan dibawa selama perjalanan tetapi tidak berada di dalam tas. Contohnya kaos, topi, kacamata, dll.
  2. Base weight, yakni total dari semua barang yang terdapat di dalam tas kecuali makanan, minuman, dan bahan bakar.
  3. Consumables weight, yakni total berat dari barang bawaan yang sifatnya bisa dikonsumsi. Contohnya makanan, minuman, dan bahan bakar.
  4. Initial pack weight, yakni total berat bawaan yang terdapat di dalam tas. Gampangnya initial pack weight = base weight + consumable weight
  5. Full skin out weight (FSO), yakni total berat dari semua barang. Gampangnya FSO = carried weight + base weight + consumable weight
Sejarah ultralight hiking

Ultralight Hiking pertama kali diperkenalkan oleh Emma Rowena Gatewood pada tahun 1955. Pada tahun 1955 Ray Jardine mempopulerkan konsep ini dalam perjalanannya di Pasific Crest Trail (PCT). Beliau mengklaim barang yang dibawanya hanya memiliki ‘base weight’ 11 kg. Yang lebih edan lagi pada perjalanan PCT yang ketiga, beliau hanya membawa barang bawaan dengan ‘base weight’ 4,1 kg.

Pengertian ultralight hiking

Ultralight hiking adalah suatu cara mendaki dengan membawa beban seminimal mungkin tanpa mengabaikan fungsi barang bawaan dan keselamatan.

Bagaimana cara menerapkan ultralight hiking?

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulai ultralight hiking, yaitu:

1. Timbang peralatan dan perlengkapanmu

Timbanglah peralatan dan perlengkapan yang akan kamu bawa. Penimbangan ini bertujuan untuk mengetahui ‘base weight’ yang kamu bawa. Apakah sudah pas atau masih terlalu berat.

2. Ganti peralatan lama dengan yang baru

Salah satu cara untuk meringankan barang bawaan adalah mengganti peralatan lama dengan yang baru. Dalam hal ini yakni mengganti peralatan lama yang ‘berat’ dengan peralatan baru yang lebih ringan. Misalnya mengganti tenda lama (memakai frame fiber + alas terpal) dengan tenda yang baru (memakai alas polyester + frame alloy). Tenda yang memakai alas terpal dan frame fiber rata-rata mempunyai berat sekiar 3-4 kg, sedangkan tenda yang memakai alas polyester dan frame alloy rata-rata mempunyai berat sekitar 2 kg. Dengan mengganti tenda, kita sudah memangkas berat sekitar 1 kg, lumayan kan?

3. Lakukan pergantian secara bertahap

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan harga dari peraltan ultralight hiking tergolong mahal (kecuali jika kamu banyak uang). Jika secara bertahap, peralatan mana dulu yang harus diganti? Gantilah peralatan yang vital dan mempunyai kemungkinan untuk dipangkas beratnya dalam jumlah banyak (misal tenda).

Contoh penerapan ultralight hiking

Untuk memulai menerapkan ultraliht hiking, bisa dimulai dengan mengganti gear-gear yang tergolong ‘berat’ dan ‘overkill‘ dengan gear baru yang lebih ringan dan sesuai dengan kebutuhan. Adapun gear yang bisa diganti yakni cooking set, kompor, tenda, pakaian, sleeping bag, matras, ransel carrier dan mengurangi barang bawaan yang terkesan tidak perlu (minim fungsi).

Alangkah lebih baiknya mengganti gear yang dimasukkan ke dalam tas terlebih dahulu baru mengganti tas/ranselnya. Mengapa demikian? Untuk mengantisipasi tasmu agar nantinya tidak muat diisi dengan gear-gear lamamu. Selain gear, teknik packing yang baik juga dibutuhkan untuk menerapkan UL. Dimana kita perlu memaksimalkan setiap ruang yang ada di dalam tas untuk barang-barang yang akan dibawa.

Untuk lebih jelasnya lagi, kalian bisa melihat video di bawah ini.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa follow IG & Twitter kami di @myparadizee dan like fanspage kami @myparadizee  (juga). Share artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, terima kasih.

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *