Mengulas 5 Jalur Pendakian Gunung Lawu

 

Gunung Lawu merupakan salah satu Gunung berapi istirahat yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokasi Gunung Lawu berada dalam wilayah Kabupaten Karang Anyar (Jawa Tengah), Kabupaten Magetan (Jawa Timur) dan Kabupaten Ngawi (Jawa Timur).  Gunung ini memiliki ketinggian 3265 mdpl yang menjadikannya sebagai gunung tertinggi nomor 4 di Jawa Timur. Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi. Dengan ketinggian di atas 3000 mdpl, menjadikan Gunung Lawu sebagai magnet bagi para pendaki.

Gunung Lawu memiliki 5 jalur pendakian yakni Jalur Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, Candi Cetho, Tahura, dan Jogorogo/Srambang. Pada postingan kali ini saya akan mencoba mengulas secara singkat kelima jalur pendakian yang ada pada Gunung Lawu.

1. Jalur Cemoro Kandang

Jalur Cemoro Kandang merupakan jalur yang sering dilewati oleh para pendaki. Pos perijinannya berada di pinggir jalan raya Magetan – Tawangmangu. FYI, pos perijinan jalur Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu letaknya berdekatan dan hanya terpaut jarak sekitar 200 meter an.

Jika dibanding dengan jalur Cemoro Sewu, jalur ini memiliki jalur yang lebih panjang namun relative landai. Terdapat 5 pos yang akan dilewati pada jalur pendakian ini, antara lain pos 1 (Tamansari Bawah), pos 2 (Tamansari Atas), pos 3 (Pengik), pos 4 (Cokro Suryo), dan pos 5 (Persimpangan). Adapun estimasi waktu pendakian sebagai berikut.

  • Basecamp – pos 1 (1 jam)
  • Pos 1 – pos 2 (1 jam)
  • Pos 2 – pos 3 (2 jam)
  • Pos 3 – pos 4 (2 jam)
  • Pos 4 – pos 5 (1 jam)
  • Pos 5 – Hargo Dalem (1 jam)
  • Hargo Dalem – Hargo Dumilah (30 menit)

Trek pada jalur Cemoro Kandang didominasi oleh tanah padat. Satu-satunya sumber air di jalur ini adalah Sendang Pangurupan yang berada di perjalanan antara pos 3 ke pos 4.

2. Jalur Cemoro Sewu

Jalur Cemoro Sewu merupakan yang paling sering dilewati oleh para pendaki karena pos perijinan yang mudah diakses, yakni berada di pinggir jalan raya Magetan – Tawangmangu. Selain itu, jarak tempuhnya yang pendek dan waktu tempuhnya yang relatif singkat juga menjadikan jalur ini sebagai favorit para pendaki.

Terdapat 5 pos yang dilewati pada jalur Cemoro Sewu, antara lain pos 1 (Wes-wesan), pos 2 (Watu Gedeg), pos 3 (Watu gede), pos 4 (Watu Kapur), dan pos 5 (Jolotundo). Adapun estimasi waktu pendakian pada jalur ini sebagai berikut.

  • Basecamp – pos 1 (1 jam)
  • Pos 1 – pos 2 (1,5 jam)
  • Pos 2 – pos 3 (2 jam)
  • Pos 3 – pos 4 (1,5 jam)
  • Pos 4 – pos 5 (30 menit)
  • Pos 5 – Hargo Dalem (30 menit)
  • Hargo Dalem – Hargo Dumilah (30 menit)
Sumber: sarangpenyamun.wordpress.com

Trek yang dilewati sepanjang jalur pendakian ini berupa batuan yang disusun rapi, mirip dengan jalur arjuno via tretes. Jika dibanding dengan jalur Cemoro Kandang, jalur ini lebih ‘ngetrek’. Di jalur Cemoro Sewu terdapat 2 sumber air yakni Sumur Jolotundo dan Sendang Drajad. Sumur Jolotundo berada di perjalanan antara pos 4 ke pos 5, sedangkan Sendang Drajad berada di perjalanan Pos 5 ke Hargo Dalem.

3. Jalur Candi Cetho

Jalu Candi Cetho tergolong jalur yang panjang. Pos perijiannya berada dalam lokasi wisata Candi Cetho. Jalur ini terkenal karena melewati padang rumput yang indah (Bulak Peperangan).

Terdapat 5 pos yang dilewati pada jalur pendakian Candi Cetho ini, antara lain pos 1 (Mbah Branti), Pos 2 (Brak seng), pos 3 (Cemoro Dowo), pos 4 (Penggik/Ondorante), dan pos 5 (Bulak Peperangan). Estimasi waktu pada jalur pendakian ini sebagai berikut.

  • Basecamp – pos 1 (1 jam)
  • Pos 1 – pos 2 (1 jam)
  • Pos 2 – pos 3 (1,5 jam)
  • Pos 3 – pos 4 (1,5 jam)
  • Pos 4 – pos 5 (1 jam)
  • Pos 5 – Gupak Menjangan (30 menit)
  • Gupak Menjangan – Hargo Dalem (1 jam)
  • Hargo Dalem – Hargo Dumilah (30 menit)
Sumber: www.infokaranganyar.com

Trek pada jalur Candi Cetho didominasi oleh tanah padat dan tergolong bersih/alami karena memang jalur ini masih sepi. Sumber air pada jalur ini berada di Gupak menjangan, namun sumber airnya berasal dari tadahan air hujan. Di Gupak menjangan kalian juga bisa mendirikan tenda karena lokasinya yang tergolong luas. Pos 5 (Bulak Peperangan) merupakan pertemuan jalur Candi Cetho dengan jalur Jogorogo.

4. Jalur Tahura

Tahura K.G.P.A.A Mangkunagoro I  berada dibelakang Candi Sukuh. Terdapat 5 pos yang akan dilewati dalam jalur pendakian ini dan nantinya akan bertemu dengan jalur Cemoro Kandang di pos 5 (Cokro Suryo). Kondisi jalur ini masih tergolong alami dan sepi para pendaki.

5. Jalur Jogorogo

Jalur pendakian Jogorogo berawal dari Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Jalur ini merupakan jalur tidak resmi atau illegal. Oleh karena itu mendakia via jalur ini sangat tidak direkomendasikan.

Terdapat 5 pos yang dilewati pada jalur pendakian ini, antara lain pos Ukir Bayi, pos Udal-udal, pos Bulak Akasia, pos Pendem, dan pos 5 (Bulak Peperangan). Pos Bulak Peperangan merupakan pertemuan jalur ini denganjalur Candi Cetho. Selepas Bulak Peperangan, rute yang ditempuh untuk menuju puncak sama dengan jalur Candi Cetho.

Nah itulah ulasan tentang 5 jalur pendakian Gunung Lawu, mendakilah dengan mematuhi aturan-aturan yang ada karena gunung ini terkenal angker. Oh iya, di dekat puncak Gunung Lawu terdapat sebuah warung legendaris yang bernama Warung Mbok Yem. Warung tersebut sudah ada sejak tahun 80-an. Kalian bisa membeli nasi pecel hingga wedang sekalipun di warung Mbok Yem.

Baca juga: 8 Mitos dan Misteri Gunung Lawu yang Patut Kalian Ketahui

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa follow IG & Twitter kami di @myparadizee dan like fanspage kami @myparadizee  (juga). Share artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!