Mengapa Gunung ditutup? Inilah 4 Alasan/Penyebabnya!

PENUTUPAN GUNUNG

Pada saat ini kegiatan mendaki gunung merupakan kegiatan yang digandrungi hamper dari seluruh kalangan usia. Meskipun tergolong berbahaya dan menantang, namun nyatanya kegiatan ini juga menawarkan pengalaman yang tidak ada duanya. Selain itu, gunung juga menawarkan pemandangan indah yang siap untuk memanjakan mata para pendaki.

Pada akhir pecan atau hari libur, di gunung-gunung tertentu (sebut saja gunung artis, ex: Gunung Merapi, Merbabu, Prau, Semeru, dll) selalu ramai oleh para pendaki. Tak ayal gunung pun seakan berubah menjadi lautan manusia.

Gunung-gunung di Indonesia memiliki jadwal penutupan selama periode tertentu. Penutupan biasanya dilakukan pada bulan Januari s/d April. Penutupan jalur pendakian gunung bukanlah tanpa alasan. Tak kurang ada 4 alasan atau penyebab mengapa jalur pendakian gunung ditutup pada periode tertentu. Berikut ini penjelasannya.

1. Upaya pemulihan ekosistem

Gunung merupakan sebuah tempat berlangsungnya sebuah ekosistem. Dalam sebuah ekosistem terdapat hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Jika sebuah gunung didaki oleh manusia secara terus menerus dapat berdampak pada kerusakan ekosistem. Penutupan jalur pendakian gunung berarti ketiadaan hiruk pikuk manusia akan sangat membantu pemulihan ekosistem di sebuah gunung.

Pemulihan ekosistem pada sebuah gunung juga menjadi sarana melestarikan hewan atau tumbuhan yang langka di gunung tersebut, khusunya bagi gunung yang berada dalam pengelolaan atau naungan sebuah taman nasional. Dalam hal ini, pada masa penutupan gunung dapat dijadikan waktu bagi hewan atau tumbuhan untuk berkembang biak.

2. Terjadinya Cuaca buruk

Penutupan jalur pendakian pada sebuah gunung juga bisa disebabkan karena cuaca yang buruk, seperti angin kencang, badai, dll. Tentunya cuaca buruk dapat membahayakan keselamatan para pendaki. Hal tersebut merupakan sebuah tindakan preventif (pencegahan) agar tidak ada insiden yang menimbulkan korban luka-luka maupun korban jiwa.

3. Kenaikan aktivitas vulkanik

Penyebab ini dikhususkan untuk gunung berapi yang masih aktif. Kenaikan aktivitas vulkanik pada sebuah gunung dapat membahayakan keselamatan para pendaki, terlebih jika gunung tersebut mengalami erupsi. Langkah penutupan diambil sebagai tindakan preventif (pencegahan) agar tidak ada insiden yang menimbulkan korban luka-luka maupun korban jiwa.

4. Terjadinya suatu insiden

Ada bermacam-macam insiden yang terjadi pada sebuah gunung. Ada yang terjadi dari alam, misalnya kebakaran hutan dan tanah longsor, dan ada juga yang terjadi dari manusia, misalnya ada pendaki tersesat atau pendaki yang mengalami kecelakaan. Penutupan jalur pendakian dilakukan agar korban insiden tidak semakin bertambah.

Baca juga: Info jadwal buka tutup pendakian gunung tahun 2018 (UPDATE)

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa follow IG & Twitter kami di @myparadizee dan like fanspage kami @myparadizee  (juga). Share artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, terima kasih.

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *