Gunung Lemongan Lumajang (1671 Mdpl)

gunung lemongan

Gunung Lemongan adalah sebuah gunung berapi tipe maar, di Jawa Timur. Gunung ini merupakan bagian dari kelompok Pegunungan Iyang. Secara administratif, gunung ini masuk dalam wilayah dua kabupaten, yaitu Lumajang dan Probolinggo. Gunung Lemongan memiliki tinggi 1671 Mdpl dan merupakan gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Lemongan sempat sangat aktif  sejak tahun 1799 sampai akhir abad 20-an. Gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 1898.

Gunung Lemongan dikelilingi 27 maar yang garis tengahnya berkisar antara 150 dan 700 meter. Beberapa maar mempunyai danau. Yang saat ini aktif terletak 650 meter di sebelah barat daya puncak Tarub. Danau, di antaranya Ranu Pakis, Ranu Klakah dan Ranu Bedali, terletak di lereng barat dan timur. Maar yang kering terletak terutama di lereng utara. Tidak diketahui letusan maar yang tercatat dalam sejarah.Nama Lemongan berasal dari kata “Lamong” yang dalam Bahasa Jawa Kuno berarti gila, meraban, meracau, gila asmara, tergesa-gesa, tipis, tembus pandang, cepat.  Dan menurut kamus Bahasa Jawa. Lamong terdiri dari dua suku kata, yaitu “la” dan “among” yang dalam Bahasa Sansekerta (Jawa Kuno) yaitu la = panjang, sulit ; among = memelihara, menguasai, melindungi, membina, mengayomi. Tetapi arti sesungguhnya adalah “sulit dikuasai. (credit: gununglemongan1671mdpl.blogspot.com)

Gunung ini memiliki dua puncak yang cukup terkenal yakni Puncak Lemongan (1671 Mdpl) yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Puncak Tarub (1651 Mdpl) yang terletak di Kabupaten Probolinggo. Kedua puncak ini dipisahkan oleh lembah marutha yang hingga kini tanahnya masih terasa hangat. Puncak Lemongan merupakan puncak yang sering didaki, sedangkan Puncak Tarub jarang didaki karena medannya yang susah.

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *