Melawan Ngantuk dan Terik Matahari Demi Madakaripura

catper madakaripura

29 Mei 2015

Singkat cerita pada Jumat malam ketika sedang ngumpul tiba-tiba muncul ide untuk piknik kemana gitu. Setelah browsing sana sini dan melalui perdebatan yang lumayan panjang, akhirnya kami (saya, Ilham, angga, mas Rio, Fandi dan Hanip) sepakat untuk berangkat ke air terjun Madakaripura ke esokan harinya. Meeting point di rumah Ilham dan rencananya berangkat pukul 08.00

30 Mei 2015

Rencana hanyalah tinggal rencana. Budaya jam karet sih 😝. Ujung-ujungnya kami berangkat pukul 09.00 WIB. Memacu kuda besi ditengah matahari yang mulai terik ternyata cukup membuat saya ngantuk dan lelah kala itu.

Sekitar 1 jam berkendara, kami sampai di daerah Kejayan, Pasuruan. Disini kami berhenti di sebuah Indomaret untuk beristirahat, beli rokok, camilan dan minum. Entah kenapa siang hari itu udara terasa terik sekali. Yaiyalah bro kan musim kemarau!

Setelah beristirahat, kami lanjut melanjutkan perjalanan lagi. Memasuki jalan raya Pasuruan – Probolinggo, rasanya kok agak-agak ngantuk gimana gitu ya. Mungkin karena jalannya yang monoton dan udara yang sedang terik kala itu.

Kami sempat bertanya kepada warga di tepi jalan, dimana pertigaan menuju air terjun Madakaripura berada. Ternyata pertigaannya berada di Kecamatan Tongas. Memasuki daerah Kecamatan Tongas, kami memelankan laju kuda besi agar pertigaannya tidak kelewatan. Kenapa waktu itu gak pake google maps aja ya? Heran. Sama!

Akhirnya kami berhasil menemukan pertigaan itu, dan kami belok kanan ke arah Sukapura. Di tengah-tengah perjalanan, kami juga sempat bertanya kepada penduduk sekitar tentang lokasi air terjun Madakaripura.

“Ikuti jalan aja mas, nanti ada pasar sampean belok kanan. Habis belok kanan sampean ikuti jalan itu sampek habis” Kurang lebih seperti itu penuturan beliau.

Dan benar saja, tak jauh dari tempat kami bertanya ternayata sudah ada pasar dan kamipun belok ke kanan sesuai dengan petunjuk bapak itu. Kami menyusuri jalan itu sampai habis. Dan benar saja, di ujung jalan itulah lokasi wisata air terjun Madakaripura berada.

Sekitar pukul 12.00 , akhirnya kami sampai di air terjun Madakaripura. Ternyata dari parkiran, kami harus berjalan sejauh +/- 1 km untuk sampai di lokasi air terjun. Meskipun tenaga kami sudah sedikit terkuras di perjalanan, entah kenapa kami bisa berjalan dengan riang gembira kala itu. Oh iya, selama berjalan ini kami juga sempat foto-foto. Di sepanjang perjalanan, kami sering menjumpai pedangang makanan dan minuman yang menggelar dagangnnya di pinggir jalan.

catper madakaripura

Tak terasa kami sudah sampai di ujung jalan. Di sini kami menitipkan barang (ada tempat penitipan barangnya kok). Disini juga banyak penjual plastik untuk HP/gadget, kresek, dan mantel. Setelah menitipkan barang, kami mulai melanjutkan perjalanan dengan menyusuri sungai yang batunya agak licin dan tajam. Menyusuri sungai ini sangat asyik dan ada sensasi tersendiri, terutama ketika kebeluwuk/terperosok di sungai 😝.

Ketika menyusuri sungai, kami melewati satu spot yang disebut dengan hujan abadi dimana ada air terjun yang mengucur dari atas tebing layaknya hujan yang turun membasahi bumi. Entah kenapa saya merasa excited sekali dengan spot ‘hujan abadi’ ini. Hasrat untuk berfoto pun muncul, langsung saja kami mencari spot yang agak ‘kering’ untuk foto-foto. Oh iya sampai disini kami belum sampai di air terjun utamanya loh. FYI, air terjun madakaripura ini dikelelingi oleh tebing, jadi kalau musim hujan rawan longsor disini.

Kurang puas dengan foto yang telah diambil, iseng-iseng saya naik ke atas sebuah batu. Foto dari atas batu ini lumayan bagus hasilnya, background ‘hujan abadi’ terlihat jelas. Akhirnya satu per satu dari kami foto dari atas batu ini.

catper madakaripura
Saya

Kurang afdol rasanya jika tidak foto menggunakan kamera ‘beneran’, Ilham dan Fandi pun kembali ke tempat penitipan barang untuk mengambil kamera. Saya, Hanip, Angga dan mas Rio menunggu mereka di pinggiran sungai.

Tak lama kemudian, Ilham dan Fandi kembali dengan membawa kamera. Kami pun foto-foto lagi. Kali ini kami foto full team alias bareng-bareng. Tapi ya enggak sepenuhnya bareng, soalnya Fandi jadi tukang foto waktu itu.

catper madakaripura
Foto bareng

Setelah puas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan meuju air terjun utama. Kali ini treknya lumayan susah karena kami harus melipir batuan. Batunya licin pula! Dengan berhati-hati satu persatu dari kami berhasil melewati batu tersebut.

Sampailah kami di air terjun utama. Debit airnya ternyata tidak begitu besar dan arus airnya juga besar-besar amat tapi juga tidak bisa dibilang kecil. Yang menarik yakni air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 100 meter lah menurut terawangan/perkiraan saya. Disini kami foto-foto lagi.

Setelah puas menikmati keindahan air terjun Madakaripura, kami kembali ke tempat penitipan barang. Kami mengambil barang-barang yang dititipkan dan tidak lupa membayar ongkos penitipan. Disini kami beristirahat sebentar di sebuah warung sambil nyemil beberapa gorengan.

Setelah istirahat dirasa cukup, kami kembali menuju parkiran. Sampai di parkiran, kami membayar ongkos parkir. Yaiyalah! Sekitar pukul 15.00 kami pulang ke Malang. Meskipun cuma sekitar 3 jam berada di Madakaripura, kami merasa puas karena air terjun ini karena memang pemandangannya indah dan membuat kami merasa excited.

Tak jauh dari lokasi wisata, kami berhenti untuk foto-foto lagi karena spotnya lumayan bagus. Kali ini spotnya terbuka dengan background deretan bukit. Lumayan lama kami melakukan sesi foto-foto disini. Yah itung-itung sambil istirahat lah.

catper madakaripura
Full team!

Jam sudah menunjukkan pukul 16.15, kami pun melanjutkan pulang ke Malang. Sepanjang perjalanan pulang tidak ada hal yang spesial. Sedikit rasa ngantuk yang menurut saya itu wajar, itulah yang menemani perjalanan kami.

Sekian catatan perjalanan yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Sedikit informasi: Ketika memarkir sepeda motor jangan lupa bilang sepeda motornya gak usah dicuci, karena banyak anak-anak tukang cuci yang tau-tau sudah mencuci sepeda motor pengunjung dan meminta bayaran kepada si empunya sepeda motor. Lagian nyucinya juga gak bersih-bersih amat kok.

 

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Follow me on instagram @mhiqbaal. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

5 Comments on “Melawan Ngantuk dan Terik Matahari Demi Madakaripura”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *