Bukit Penanjakan ditutup Selama 3 Bulan, Tapi Kamu Masih Bisa Menikmati Sunrise ditempat ini!

penanjakan tutup

Gunung Bromo merupakan sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Jawa Timur. Gunung ini berada dalam wilayah 4 kabupaten yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2329 Mdpl. Bentuk tubuh gunung ini bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan diameter ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Gunung Bromo terkenal dengan sunrisenya yang indah. Sunrise ini bisa kalian lihat dari Puncak Penanjakan atau yang ebih dikenal dengan Penanjakan View Point. Dari sini kalian bisa melihat sunrise dengan latar belakang komplek Pegunungan Tengger dan Gunung Semeru yang berdiri gagah menatap langit yang berada di baris paling buncrit. Selain terkenal dengan sunrisenya yang indah, Gunung Bromo juga terkenal dengan pasir berbisik, bukit teletubies dan Upacara Kasodonya.

Bagi kalian yang berencana menikmati sunrise Gunung Bromo, nampaknya ada kabar yang kurang mengenakkan karena Bukit Penanjakan akan ditutup total selama 3 bulan. Terhitung mulai 11 September 2017 s/d 10 Desember 2017.

Penutupan ini dilakukan dalam rangka peningkatan sarana dan prasana untuk meningkatkan pelayanan kepada pengunjung.

Namun kalian tidak perlu banyak kecewa karena bagi kalian yang tetap ingin menikmati sunrise, kalian bisa mengunjungi Bukit Kingkong dan Bukit Cinta.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa follow IG & Twitter kami di @myparadizee dan like fanspage kami @myparadizee (juga). Share artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, terima kasih.

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Follow me on instagram @mhiqbaal. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *