6 Fakta Gunung Penanggungan yang Harus Kalian Ketahui

Sumber: berbagitrip.blogspot.co.id

Gunung Penanggungan merupakan sebuah gunung berapi non aktif dengan ketinggian 1653 Mdpl. Gunung ini merupakan gunung dengan tipe kerucut atau stratovolcano. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah 2 kabupaten yakni Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pada akhir pekan, hari libur atau musim pendakian, Gunung Penanggungan ini cukup banyak didatangi oleh para pendaki khususnya yang berasal dari kota/kabupaten di sekitar gunung ini. Patut diketahui ada beberapa fakta yang perlu kalian ketahui tentang gunung ini. Apa sajakah fakta-fakta itu? Simak uraiannya di bawah ini.

1. Sering dijuluki “Anak Gunung Semeru”

Menurut legenda yang ditulis dalam kitab kuno “Tantu Pagelaran”, dulunya Pulau Jawa merupakan daratan yang selalu berguncang dan terombang-ambing. Para Dewa pun memutuskan untuk memintahkan Gunung Meru di India menuju ke Pulau Jawa.

Awalnya para dewa-dewa terebut meletakkan di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi hal tersebut mengakibatkan Pulau Jawa bagian timur menjadi terangkat karena berat dari Gunung Meru itu sendiri. Akhirnya para Dewa memindahkannya ke bagian timur Pulau Jawa. Dalam perjalanan memindahkan Gunung Meru, ada serpihan-serpihan gunung yang tercecer. Serpihan-serpihan itulah yang akhirnya menciptakan jajaran pegunungan di Pulau Jawa.

Setelah Gunung Meru dipindahkan ke bagian timur, Pulau Jawa masih tetap miring. Akhirnya para Dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari Gunung Meru dan memindahkannya ke bagian barat laut. Nah potongan puncak itulah sekarang yang menjadi Gunung Penanggungan dan Gunung Meru sekarang dikenal dengan dengan nama Semeru atau Mahameru.

2. Dikelilingi oleh 4 gunung ‘kecil’ (Bukit)

Jika dilihat dari jauh dan dari segala penjuru arah, Gunung Penanggungan tampak berbentuk kerucut sempurna. Namun coba kalian perhatikan lagi di sebelah gunung ini terdapat gunung-gunung ‘kecil’. Terdapat 4 gunung ‘kecil’ di sekitar Gunung Penanggungan, antara lain Gunung Bekel (1.238 Mdpl), Gunung Gajah Mungkur (1.084 Mdpl), Gunung Sarah Klopo (1.235 Mdpl), dan Gunung Kemuncup (1.238 Mdpl).

3. Terdapat banyak situs peninggalan

Dilihat dari sejarahnya, gunung ini erat kaitannya dengan sejarah/peradaban umat Hindu. Hal ini dibuktikan dengan adanya situs-situs peninggalan di sekitar Gunung Penanggungan. Salah satu situs yang terkenal yakni petirtaan Jolotundo dimana Jolotundo juga menjadi salah satu jalur pendakian gunung ini. Disepanjang jalur ini juga terdapat candi-candi, antar lain Candi Bayi, Candi Putri, Candi Pura, Candi Gentong, dan Candi Sinta. Pada tahun 2015, tim ekspedisi UTC (Ubaya Training Center) mengklaim kalau mereka telah menemukan jalur pendakian kuno yang diyakini sebagai jalur pendakian pada masa lalu.

4. Ramah di daki oleh pemula

Gunung Penanggungan tergolong dalam gunung yang tidak tinggi-tinggi amat dan membbutuhkan waktu yang relative singkat untuk mendakinya, terutama jika melalui Jalur Trawas yakni sekitar 4-5 jam. Selain itu di Jalur Trawas ini petunjuk jalannya sudah jelas dan sudah pasti ada barengannya ketika mendaki. Barengan orang ya maksudnya, bukan makhlus halus hehe.

5. Memiliki  5 Jalur Pendakian

Gunung Penanggungan memiliki 5 jalur pendakian, antara lain Jalur Trawas (selatan), Jalur Jolotundo (barat), Jalur Kedungudi (barat daya), Jalur Ngoro (utara), dan Jalur Wonosunyo (timur). Dari kelima jalur pendakian tersebut, Jalur Trawas merupakan jalur yang sering dilalui oleh para pendaki karena cepat dan langsung mencapai ke puncak tertinggi gunung ini.

6. Tidak ada sumber air di jalur pendakian

Jika mendaki via Jalur Trawas maka siapkan persediaan air minum dari bawah karena sepanjang jalur pendakian, kalian tidak akan menemukan sumber air. Untuk Jalur-jalur lain saya belum mengetahui apakah ada sumber air atau tidak. Mohon informasinya ya hehe.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa follow IG & Twitter kami di @myparadizee dan like fanspage kami @myparadizee (juga). Share artikel ini jika dirasa memberikan manfaat, terima kasih.

 

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *