5 Gunung di Daerah ‘Tapal Kuda’ Yang Bisa Kamu Daki

5 GUNUNG DAERAH TAPAL KUDA
Halo kawan paradizee, pada artikel sebelumnya mimin telah membahas gunung-gunung di sekitar malang yang bisa dijadikan tujuan pendakian. Kali ini mimin akan membahas gunung-gunung di daerah ‘tapal kuda’ yang bisa kalian jadikan tujuan pendakian selanjutnya.

Min dimana sih daerah tapal kuda itu? Daerah tapal kuda itu berada di Jawa Timur bagian timur. Nah lo bingung yak? :D. Gampangnya daerah tapal kuda ini meliputi wilayah Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.

Gunung-gunung yang ada di daerah ini tidak sekondang gunung-gunung di daerah Malang apalagi gunung-gunung di daerah Jawa Tengah. Namun begitu, gunung-gunung di daerah ini tetap layak dijadikan tujuan pendakian kalian selanjutnya karena meyuguhkan panorama yang indah serta alam yang masih alami. Berikut ini gunung-gunung yang ada di daerah tapal kuda yang bisa kalian daki:

1. Gunung Argopuro

gunung daerah tapal kuda
Sumber: www.catatanhariankeong.com

Gunung Argopuro terkenal dengan mitos Dewi Rengganis, dimana namanya dijadikan nama salah satu puncak gunung ini. Gunung ini mempunyai 3 puncak yakni Puncak Rengganis, Puncak Argopuro dan Puncak Arca.Gunung Argopuro berada di Pegunungan Iyang. Gunung ini mempunyai ketinggian 3088 Mpdl. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.

Untuk mendaki gunung ini kalian bisa melewati 3 jalur pendakian yakni:

  • Jalur Baderan, Situbondo
  • Jalur Bremi, Probolinggo
  • Jalur Badean, Jember

Jalur Baderan memiliki karakter yang tidak begitu menanjak namun memiliki jarak yang jauh. Pendakian Gunung Argopuro via Baderan merupakan jalur pendakian dengan jarak terjauh di Pulau Jawa, yakni 40 Km. Jika mendaki via jalur Baderan, kalian akan melewati beberapa sabana yang sangat indah. Salah satu yang terkenal yakni Sabana Cikasur. Pada jalur Baderan ini di setiap posnya terdpat sumber mata air kok, jadi tidak usah khawatir kehabisan air.

Sedangkan jalur Bremi memiliki karakter trek yang terus menerus menanjak. Jika mendaki via jalur Bremi kalian bisa melewati Danau Taman Hidup. Danau ini menyuguhkan panorama yang indahnya tidak kalah dengan Ranu Kumbolonya Semeru.

Jalur Baderan dan Bremi akan bertemu pada satu titik yakni di Cisentor. Sedangkan Jalur Badean akan bertemu di Cikasur. Perlu diketahui, jalur pendakian yang resmi hanya ada 2 yakni jalur Bremi dan Baderan, sedangkan jalur Badean merupakan jalur yang tidak resmi.

2. Gunung Lemongan

gunung daerah tapal kuda
Sumber: bolehtanya.com

Gunung Lemongan terletak diantara Pegunungan Tengger dan Pegunungan Iyang. Berbeda dengan gunung pada umumnya yang bertipe stratovolcano, gunung ini bertipe maar. Gunung ini memiliki 2 puncak yakni Puncak Lemongan dan Puncak Tarub.Dilihat dari ketinggiannya, gunung ini tampak tidak begitu menjanjikan dimana Gunung Lemongan ‘hanya’ memiliki ketinggian 1676 Mdpl. Secara administratif, wilayah gunung ini berada dalam wilayah Kabupaten Probolinggi dan Lumajang.

Meski memiliki ketinggian seribuan Mdpl, tetapi gunung ini memiliki trek pendakian yang cukup menantang. Gunung ini sering dijuluki kecil-kecil cabe rawit dan gunung rasa 3000-an Mdpl.

Untuk mendaki gunung ini kalian bisa melewati jalur Klakah. Nantinya kalian akan melewati kawasan watu telek yang merupakan kawasan dengan batuan vulkanik yang cukup luas dan tanjakan putus asa yang akan menguras tenaga.

Sampai di puncak kalian akan disuguhi pemandangan Gunung Semeru, Gunung Argopuro dan kawah Lemongan yang mempesona.

3. Gunung Raung

gunung daerah tapal kuda
Sumber: adventurewisata.blogspot.com

Gunung Raung memiliki ketinggian 3344 Mdpl. Gunung ini merupakan gunung api dengan tipe stratovolcano. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember. Gunung ini memiliki 5 puncak yakni PuncakSumberwaringin, Puncak 17, Puncak Bendera, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati yang merupakan puncak tertinggi dari Gunung Raung. Gunung Raung termasuk dalam gugusan Pegunungan Ijen.

Untuk mendaki gunung ini, kalian dapat melewati 2 jalur yakni:

  • Jalur Kalibaru, Banyuwangi
  • Jalur Sumberwaringin, Bondowoso

Jika mendaki via Sumberwaringin, kalian hanya dapat mencapai puncak Sumberwaringi saja dan tidak dapat mencapai puncak tertingginya. Untuk mencapai puncak tertinggi, kalian harus mendaki via Kalibaru. Pendakian Gunung Raung ini merupakan jalur pendakian terekstrim di Pulau Jawa. Hebat kan? Maka dari itu kalian memerlukan alat-alat climbing. Oh iya sepanjang jalur pendakian Gunung Raung, baik via Sumberwaringin dan Kalibaru tidak ada sumber airnya.

4. Gunung Ringgit

gunung daerah tapal kuda
Sumber: kopihitam-jalanjalan.blogspot.com

Gunung Ringgit memiliki ketinggian 1250 Mdpl. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah Kabupaten Situbondo, tepatnya berada di daerah Pasirputih. Gunung Ringgit juga dikenal dengan sebutan Gunung Putri Tidur karena bentuknya jika dilihat dari jauh seperti wajah seorang putri yang sedang tertidur.

Meski ketinggiannya hanya 1250 Mdpl, tetapi pendakian gunung ini terbilang cukup susah karena start pendakian berada peada ketinggian <100 Mpdl. Diperjalanan nantinya kalian akan dihadapkan pada tanjakan dengan tingkat kemiringan hampir 90 derajat! Oh iya, Di gunung ini juga terdapat sebuah makam seorang bangsawan muslim dari Situbondo, yaitu Raden Condro Kusumo.

5. Gunung Ijen

gunung daerah tapal kuda
Sumber: wisatakawahijen.com

Siapa sih yang kenal dengan gunung Ijen? Ituloh gunung yang terkenal dengankeindahan kawahnya dan api birunya. Gunung ini memiliki ketinggian 2443 Mdpl dan letaknya berdampingan dengan Gunung Merapi. Secara administratif gunung ini berada daam wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Untuk mendaki Gunung Ijen, kalian bisa elewati jalur Paltuding. Jarak pendakiannya sekitar 3 km. Pendakian akan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Disarankan untuk mendaki pada dini hari agar kalian bisa melihat fenomena blue fire atau api biru karena blue fire hanya dapat dilihat sampai pukul 05.00 pagi.

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *