3 Motivasi Aneh Bin Nyeleneh Saat Mendaki Gunung

motivasi pendaki gunung

Selain membutuhkan skill dan peralatan yang memadai, mendaki gunung juga membutuhkan motivasi. Mengapa demikian? Karena motivasi inilah yang mampu memberika dorongan kepada diri kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Tujuan itu antara lain: ingin menyepikan diri, mengagumi ciptaanNya, ingin lebih dekat dengan alam, dll. Namun ternyata ada beberapa motivasi yang tergolong aneh bin nyeleneh saat mendaki gunung. Berikut ini daftarnya:

1. Cari stok foto

View Gunung Arjuno
View Gunung Arjuno

Hal ini muncul secara naluriah, ya namanya orang yang melakukan sebuah kegiatan pasti ingin mengabadikannya alias berfoto. Nah foto-foto yang didapat ini bisa dijadikan stok untuk diupload ke sosial media, misal: instagram, facebook, twitter,dll. Atau foto-foto tersebut juga bisa dijadikan catatan perjalanan seperti yang mimin buat. Baik itu foto pemandangan, foto kalian sendiri bahkan foto salam-salam di kertas.

2. Kirim-kirim salam buat seseorang

Salam pendaki gunung
Sumber: hipwee.com

Acungkan tangan bila kalian pernah mendaki gunung membawa kertas HVS dan spidol/pulpen haha. Atau ada yang sudah menyiapkan salam dari rumah buat digoto dipuncak? :p.  Hal ini bisa memicu semangat menjadi berlipat ganda. Kenapa? Malu dong sama gebetan/pacar kalau menjajikan salam dari puncak gunung tetapi kita sudah menyerah sebelum sampai puncak.

3. Lomba banyak-banyakan puncak 

pendaki gunung
Sumber: news.okezone.com

Waktu ngumpul sama teman-teman atau pas lagi buka sosial media, melihat foto/teman seseorang telah mendaki banyak gunung terkadang bisa membuat hati menjadi iri. Sewaktu mendaki gunung, pasti ada rasa tidak mau kalah didalam hati, misal “masak dia saja bisa, aku kok gak bisa”. Kalau sudah begini, naik gunung akan berasa seperti ‘kejar setoran’. Setoran apa? Ya setoran foto lah!

Nah itulah beberapa motivasi aneh bin nyeleneh saat mendaki gunung. Hal-hal yang seperti itu juga ada sisi positifnya yakni menambah motivasi tetapi di sisi lain ada sisi negatifnya yakni mengurangi esensi dalam menikmati alam. Jika kalian baru pertama kali mendaki gunung pasti motivasi di atas pernah muncul kok, tetapi lama kelamaan kalian akan memahami esensi dari menikmati alam itu sendiri. Intinya semua itu butuh proses.Waktu ngumpul sama teman-teman atau pas lagi buka sosial media, melihat foto/teman seseorang telah mendaki banyak gunung terkadang bisa membuat hati menjadi iri. Sewaktu mendaki gunung, pasti ada rasa tidak mau kalah didalam hati, misal “masak dia saja bisa, aku kok gak bisa”. Kalau sudah begini, naik gunung akan berasa seperti ‘kejar setoran’. Setoran apa? Ya setoran foto lah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!