20 Kota Paling Ramah di Dunia Bagi Traveller, Indonesia Juga Ada!

Situs wisata asal Amerika Serikat, Travel & Leisure memang sering kali membuat survei kepada pembacanya untuk menentukan berbagai destinasi terbaik, kota paling ramah, paspor paling kuat, dan lain-lain. Baru-baru ini mereka kembali dengan survei untuk kota paling ramah di dunia. Diluar dugaan, ternyata Ubud masuk ke dalam daftar 20 Kota Paling Ramah di Dunia menurut Travel & Leisure.

Ubud, yang terkenal dengan alam dan budayanya yang kental, masuk ke dalam posisi 11. Dalam keterangan yang dituliskan, Ubud termasuk ke dalam 20 kota paling ramah di dunia karena tidak hanya Ubud yang termasuk ramah, tetapi seluruh orang Indonesia disebut memiliki hati yang ramah.

Nah, untuk posisi puncak atau nomor satu tak diduga kota yang paling ramah adalah Thimpu di Bhutan. Mengapa begitu? Karena kebanyakan negara lain mengukur kemajuan ekonominya berdasarkan GDP (Gross Domestic Product), Bhutan mengukurnya berdasarkan GHP (Gross Happiness Product). Sungguh anti mainstream.

Menurut laporan pada tahun 2016 lalu, sekitar 43,4% masyarakat Bhutan dinilai sangat bahagia, hal ini tercermin dari keseharian di Kota Thimpu. Paradizee jadi penasaran seberapa bahagianya orang-orang di Thimpu. Apakah sebahagia diterima cintanya sama gebetan? Entahlah hehe.

Berikut ini daftar 20 Kota Paling Ramah di Dunia menurut Travel & Leisure:

  1. Thimpu, Bhutan
  2. Charleston, South Carolina
  3. Chiang Mai, Thailand
  4. San Miguel de Allende, Meksiko
  5. Queenstown, Selandia Baru
  6. Galway, Irlandia
  7. Dublin, Irlandia
  8. Savannah, Georgia
  9. Luang Prabang, Laos
  10. Cork, Irlandia
  11. Ubud, Indonesia
  12. Edinburgh, Skotlandia
  13. Sydney, Australia
  14. Christchurch, Selandia Baru
  15. Hobart, Tasmania
  16. Auckland, Selandia Baru
  17. Nashville, Tennessee
  18. Siem Reap, Kamboja
  19. Hoi An, Vietnam
  20. Reykjavík, Islandia

About Muhammad Iqbal Maulana

Sedikit mengeluh dan banyak berbagi. Follow me on instagram @mhiqbaal. Untuk kepentingan kerjasama, buka halaman Kerjasama dan Review

View all posts by Muhammad Iqbal Maulana →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *